Rabu, 13 September 2017

Risiko penyakit jantung dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, apakah Anda yakin?

Share On Facebook ! Tweet This ! Share On Google Plus ! Pin It ! Share On Tumblr ! Share On Reddit ! Share On Linkedin ! Share On StumbleUpon !
Risiko penyakit jantung dipengaruhi oleh tingkat pendidikan
Risiko penyakit jantung dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, apakah Anda yakin?
- Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu faktor sosioekonomi yang mempengaruhi risiko penyakit jantung adalah tingkat pendidikan. Pendidikan dianggap berdampak pada kesehatan seseorang, seperti efek pada gaya hidup yang lebih sehat, kondisi kerja yang lebih baik, dan akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tingkat pendidikan seseorang juga memiliki pengaruh pada risiko penyakit jantung mereka.

Hubungan antara tingkat pendidikan dan penyakit jantung

Sebuah tim peneliti dipimpin oleh dr. Yasuhiko Kubota dari University of Minnesota mengevaluasi hubungan antara tingkat pendidikan seseorang dan risiko penyakit jantung dan menilai bagaimana kedua variabel tersebut terkait dengan faktor sosioekonomi lainnya. Dari penghasilan, pekerjaan, hingga pendidikan orang tua. Studi tersebut melibatkan 14.000 orang Amerika berusia antara 45 dan 65 tahun yang diamati selama 26 tahun, tepatnya antara tahun 1987 dan 2013.

Menurut penelitian, pria dan wanita dengan tingkat pendidikan lebih rendah akan memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada mereka yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan seseorang dapat mempengaruhi kesehatan mereka di masa depan.

Besarnya perbedaan risiko penderita penyakit jantung dengan pendidikan tinggi dan rendah

Pada pria, risiko penyakit jantung berkisar antara 59 persen dengan tingkat pendidikan dasar (SD) sampai 42 persen pada orang-orang yang telah menyelesaikan pendidikan pascasarjana (S2).

Sementara itu, risiko penyakit jantung bagi perempuan adalah 51 persen untuk mereka yang memiliki pendidikan dasar dan 28 persen untuk wanita yang telah menyelesaikan pendidikan pascasarjana.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah risiko penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa faktor sosioekonomi lainnya seperti pendapatan orang tua, pekerjaan dan pendidikan juga terkait dengan risiko penyakit jantung. Namun, peneliti menyarankan agar seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi masih akan memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah, terlepas dari pendapatan atau pekerjaan yang mereka miliki dan pendidikan orang tua.

Pengaruh pendidikan terhadap kesehatan

Periset mengatakan tingkat pendidikan bisa mempengaruhi beberapa faktor yang juga mempengaruhi risiko penyakit jantung, seperti merokok dan obesitas. Orang dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki kesadaran kesehatan yang lebih baik, seperti tidak merokok dan makan makanan sehat, yang bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

Tingkat pendidikan yang baik juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan karena dapat mempengaruhi kualitas kerja, lingkungan dan pilihan makanan.

Namun, tidak dipastikan seseorang dengan pendidikan tinggi akan memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Karena itu, setiap orang perlu mengetahui berbagai faktor risiko penyakit jantung dan belajar menerapkan gaya hidup sehat.

Baca juga : Sunat Pekanbaru

Author:

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright ©2016 Dunia Anak • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger