Rabu, 13 September 2017

Bahaya mie instan jika terlalu sering dikonsumsi

Share On Facebook ! Tweet This ! Share On Google Plus ! Pin It ! Share On Tumblr ! Share On Reddit ! Share On Linkedin ! Share On StumbleUpon !
Bahaya mie instan jika terlalu sering dikonsumsi 
Bahaya mie instan jika terlalu sering dikonsumsi - Makanan apa yang biasanya Anda cari saat hujan? Mie instan, bukan? Apalagi saat disajikan dengan rebus beberapa irisan cabai lagi. Mi instan mungkin memang telah menjadi makanan favorit kebanyakan orang Indonesia, terutama anak-anak kos pada akhir bulan. Tapi tahukah Anda bahaya mie instan jika Anda terlalu sering mengonsumsinya?

Mie instan merupakan salah satu makanan yang telah diolah. Makanan olahan bukan hanya makanan jadi dan kemudian dipanasi ulang. Makanan olahan adalah makanan yang telah ditransformasikan dari bentuk aslinya menjadi bentuk baru kesehatan, kesenangan, atau alasan lainnya. Proses yang mungkin terjadi dalam pengolahan makanan meliputi pendinginan, memasak, pemanasan dan pengeringan. Bahaya mie instan jika dimakan terlalu sering dikaitkan dengan banyak proses kimia dan penambahan bahan lain yang tidak baik untuk kesehatan.

Bahaya kesehatan mi instan

Makanan olahan biasanya hanya dibuat dengan menambahkan garam, gula, dan lemak hanya untuk memberi rasa lebih enak, juga tahan lama dan bisa disimpan lebih lama. Terkadang penambahan beberapa konten juga mampu mempengaruhi penampilan makanan olahan, dan bahkan meningkatkan keinginan orang untuk makan.

Tapi dengan penambahan gula ini, tentu saja, lemak yang terkandung dalam makanan olahan semakin meningkat, dan kandungan nutrisinya di dalamnya tentu tidak banyak. Karena itu, bahaya mie instan di tubuh kita jika dimakan terlalu sering meliputi:

1. Sindrom metabolik

Penelitian oleh Hyun Shin mengungkapkan bahwa wanita yang mengkonsumsi mie instan dua kali atau lebih per minggu memiliki risiko terkena paparan sindrom metabolik yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak makan mi instan.

Penelitian dilakukan terhadap 11.000 orang dewasa berusia 19-64 tahun. Peserta diminta melaporkan apa yang mereka makan, maka daftar makanan akan diklasifikasikan oleh para peneliti. Sindrom metabolik ini terjadi karena kandungan natrium dan lemak jenuh tak jenuh yang tinggi, yang ditemukan dalam mie instan.

2. Diabetes

Mie instan dibuat dari maida. Maida adalah tepung terigu olahan yang telah mengalami proses penggilingan, penghalusan dan pemutihan. Menurut Simran Saini, seorang ahli gizi di New Delhi's Fortis Hospital, kandungan mie instan hanya merupakan aditif yang tidak memiliki nilai gizi yang tidak kaya akan rasa. Jadi makan maida hanya akan menyebabkan obesitas.

Selain itu, maida juga memiliki kadar gula tinggi sehingga konsumsi maida bisa meningkatkan gula darah Anda. Saat Anda membawa maida, pankreas akan segera melepaskan insulin untuk mencernanya, yang seharusnya memakan waktu. Kondisi ini bisa memicu pembengkakan pada potensi diabetes tipe 2.

Bagaimana mengatasi bahaya mi instan ini?

Lisa Young, seorang ahli gizi dan profesor di New York University, mengatakan bahwa mie instan masih harus dikonsumsi dan efek kesehatan yang mereka dapatkan masih dapat dikendalikan. Caranya adalah dengan tidak mengkonsumsinya setiap hari, kendalikan porsi yang dikonsumsi pada setiap makan dan kombinasikan presentasi dengan makanan olahan lainnya dan makanan sehat seperti sayuran dan telur.

Baca juga : Dokter sunat pekanbaru

Author:

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright ©2016 Dunia Anak • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger